Program Mencetak Generasi Produktif (Program MGP) merupakan program pendidikan dan pendampingan anak-anak usia 6-15 tahun (SD dan SMP) yang fokus pada aspek Aqidah, Akhlak, Ibadah dan Muamalah.
Sistem pembelajaran meniru sistem TPA (Taman Pendidikan Al-Qur'an), bedanya jam selesainya setelah sholat isya berjamaah.
adapun materi-materi yang diajarkan:
16:00 - 16:30 = kisah-kisah Nabi, kisah-kisah teladan
16:30 - 17:00 = akidah dan akhlak
17:00 - 17:15 = uji penangkapan materi yang telah disampaikan
17:15 - 17:30 = game edukatif
17:30 - 18:00 = Muamalah dan penumbuhan jiwa wirausaha
waktu antara maghrib dan isya digunakan untuk mengaji Al-Qur'an dan Hadits
Pelaksanaan Program MGP;
*Tempat pelaksanaan di Masjid Lingkungan Peserta Program MGP
*Waktu jam 16:00 - 20;00
Sumber dana:
* dananya bersumber dari 30% keuntungan Program Tabungan Produktif
Alokasi dana:
*Pengadaan sarana belajar (buku, alat tulis, dll)
*Pemberian itensif pengajar.
Tabungan Produktif Untuk Mencetak Generasi Produktif
Hanya dengan cara sederhana, alihkan tabungan Anda yang tersimpang di Bank ke Program Tabungan Produktif ini. Keuntungan yang Anda peroleh sebesar 10% dari hasil usaha, keuntungan yang paling besar adalah Anda turut berjasa mencetak Generasi Produktif diseluruh pelosok Indonesia. Karena sebagian besar keuntungan usaha akan dialokasikan untuk Program Mencetak Generasi Produktif (Program MGP)
Rabu, 28 Desember 2016
Tabungan Produktif
Tabungan Produktif merupakan tabungan dalam bentuk anakan kambing, yang kemudian dipelihara dalam waktu tertentu lalu dijual lagi dan sebagian hasilnya dialokasikan untuk mencetak generasi produktif.
ada 4 pihak yang berperan dalam program Tabungan Produktif ini, yaitu:
1. Penabung
2. Pengelola Tabungan
3. Pemelihara Kambing
4. Program Mencetak Generasi Produktif (MGP)
Gambaran Program Tabungan Produktif;
* Anda sebagai penabung, menyetorkan tabungan senilai Rp.1 juta untuk 1 ekor anak kambing (tidak ada batasan mau menabung berapa anak kambing).
* Anak kambing tersebut diserahkan kepada orang tua atau kerabat anak-anak yang terbina dalam program Mencetak Generasi Produktif untuk dipelihara.
* Setelah kurun waktu tertentu (kurang dari satu tahun, saat menjelang Qurban) kambing tersebut dijual lagi. Kemudian keuntungan dibagikan kepada 4 pihak yang berperan dalam program ini. Penabung (10%), Pengelola (10%), Pemelihara (50%), Program MGP (30%).
* Tabungan bisa diambil kembali atau bisa dibelikan anak kambing lagi setelah Anda mendapatkan bagi hasil.
ada 4 pihak yang berperan dalam program Tabungan Produktif ini, yaitu:
1. Penabung
2. Pengelola Tabungan
3. Pemelihara Kambing
4. Program Mencetak Generasi Produktif (MGP)
Gambaran Program Tabungan Produktif;
* Anda sebagai penabung, menyetorkan tabungan senilai Rp.1 juta untuk 1 ekor anak kambing (tidak ada batasan mau menabung berapa anak kambing).
* Anak kambing tersebut diserahkan kepada orang tua atau kerabat anak-anak yang terbina dalam program Mencetak Generasi Produktif untuk dipelihara.
* Setelah kurun waktu tertentu (kurang dari satu tahun, saat menjelang Qurban) kambing tersebut dijual lagi. Kemudian keuntungan dibagikan kepada 4 pihak yang berperan dalam program ini. Penabung (10%), Pengelola (10%), Pemelihara (50%), Program MGP (30%).
* Tabungan bisa diambil kembali atau bisa dibelikan anak kambing lagi setelah Anda mendapatkan bagi hasil.
Selasa, 27 Desember 2016
Fenomena Saat Ini
simak cerita ini dulu ya..
ada 2 negeri yg berbeda, nama negeri tersebut adalah Negeri Egonesia dan Negeri Pedulinesia.
kita mulai cerita dari Negeri Egonesia, yaitu sebuah negeri yg penduduknya sangat egois. Penduduk negeri ini hanya mementingkan kepentingan diri sendiri dan tak pernah peduli terhadap orang lain.
Fenomena yang terlihat di Negeri ini adalah kesenjangan sosial ekonomi yang begitu menonjol. Orang kaya hanya bergaul dengan orang kaya, pejabat pejabatnya pun demikian. Perputaran uang hanya berkutat di kalangan atas, akhirnya yang kaya makin kaya dan yang miskin makin miskin.
Hingga kondisi semakin lama semakin memburuk, kemiskinan dan pengangguran memicu tindak kriminalitas. Negeri Egonesia menjadi tidak aman, pencurian dan pembunuhan menjadi berita utama di media setiap hari.
Negeri satunya bernama negeri pedulinesia, sebuah negeri
yang penduduknya saling peduli tanpa memandang status social ekonomi. Jika ada
penduduk yang kesusahan, maka penduduk lainnya membantu. Negeri ini makmur dan
aman karena tidak ada lagi pengangguran
dan kemiskinan.
Jika Anda harus memilih, Anda mau tinggal dimana? Di negeri
Egonesia atau di negeri Pedulinesia?
Siapapun Anda, saya yakin Anda akan memilih tinggal di
Negeri Pedulinesia karena saya yakin 100% bahwa setiap manusia pasti ingin
hidup makmur dan aman.
Lalu bagaimana caranya supaya tidak lagi ada kemiskinan,
semua hidup makmur dan aman?
Caranya adalah dengan bersama-sama melaksanakan Program Tabugan Produktif.
Langganan:
Postingan (Atom)